Selasa, 02 November 2010

amalan potong kuku SYEKH ABDUL QADIR AL JAILANI

AMALAN POTONG KUKU SYEKH
ABDUL QADIR AL JAILANI
12 May 2010

Amalan ini bersumber dari
petunjuk yang saya terima
untuk mempelajari ajaran
tasawuf Syekh Abdul Qadirl al
Jailani dalam kitab AL GHUNYAH
LITH THALIBI THARIQIL HAQ.
Di
Kitab klasik ini, kita akan
mendapatkan banyak mutiara
hikmah dan kebijaksanaan sang
pemimpin para wali ini.
Menurut Syekh Abdul Qadir al
Jailani kita akan mendapatkan
kekayaan dan terhidar dari
penyakit (termasuk penyakit
mata) dan daya tahan tubuh,
serta kesembuhan penyakit bila
kita memotong kuku secara
meloncat.

Pemotongan kuku
dilakukan pada hari JUMAT
atau KAMIS SETELAH SHOLAT
ASHAR.
Ritual memotong kuku ini,
menurut Syekh Abdul Qadir al
Jailani, berasal dari hadits
Rasulullah yang diriwayatkan
oleh Abdul bin Buththah.

Rasulullah SAW bersabda:
BARANG SIAPA MEMOTONG
KUKU DENGAN CARA
MELONCAT IA TIDAK AKAN
TERSERANG PENYAKIT MATA.
Hadits lainnya diriwayatkan
Amid bin Abdurrahman.
Rasulullah SAW bersabda:
BARANGSIAPA MEMOTONG
KUKU PADA HARI JUMAT, AKAN
MASUK KE DALAM DIRINYA
KESEMBUHAN (DAYA TAHAN
TUBUH) DAN KELUAR DARINYA
PENYAKIT.
Hadits lain yang
diriwayatkan dari Waki’ dari Siti
Aisyah R.A, FAEDAH
MEMOTONG KUKU SECARA
MELONCAT AKAN
MEWARISKAN KEKAYAAN.

CARA MENGAMALKAN SECARA
DETAIL DAN LENGKAP:
Berpuasalah pada hari Kamis
(untuk melaksanakan amalan ini
hukumnya wajib berpuasa pada
hari Kamis). Amalan ‘potong
kuku meloncat’ ini bisa
dilaksanakan hanya pada dua
hari yaitu hari Kamis atau Jumat.
Pilih salah satu hari untuk
memulai amalan sesuai
tujuannya.

Untuk hari Kamis —saat kita
melaksanakan puasa—amalan
dilakukan setelah Sholat Ashar
untuk tujuan MENDAPATKAN
KEKAYAAN/ REZEKI

Untuk hari Jumat setelah puasa,
amalan potong kuku dilakukan
sebelum sholat Jumat untuk
tujuan MENDAPATKAN DAYA
TAHAN TUBUH DAN TERHIDAR
DARI PENYAKIT.

Sediakan alat pemotong kuku
dan mulailah dengan membaca:
BASMALAH. Selanjutnya kirim
tawassul Al Fatihah kepada:

1. Nabi Muhammad SAW (Al
Fatihah 9 X)

2. Keluarga Nabi khususnya Siti
Aisyah dan para sahabat. (Al
Fatihah 6 X)

3. Semua Nabi/Rasul dan
Malaikat-NYA (Al Fatihah 7 X)

4. Syekh Abdul Qadir al Jailani
(Al Fatihah 6 X)

5. Abdul bin Buththah (Al Fatihah
6 X)

6. Amid bin Abdurrahman (Al
Fatihah 6 X)

7. Ayah dan ibu kandung kita (Al
Fatihah 5 X)

Selanjutnya mulailah memotong
kuku mulai TANGAN KANAN
dengan cara meloncat dimulai
dari:

(1). JARI KELINGKING,

(2). IBU JARI
(3). JARI TENGAH
(4). JARI MANIS dan terakhir
(5), JARI TELUNJUK

Untuk TANGAN KIRI mulailah
memotong kuku dari:

(1). IBU JARI
(2). JARI TENGAH
(3). JARI KELINGKING
(4). JARI TELUNJUK
(5). JARI MANIS

Setelah semua kuku terpotong
dengan bersih, cucilah jari
dengan sabun sampai bersih dan
pendamlah potongan kuku ke
dalam tanah. Ucapkan doa ini
satu kali:

ALHAMDULILLAHILLADZII
ADZHABA ANNIIL ADZAA WA
AAFANII GHUFRONAKA.
(artinya: Segala puji bagi Allah
yang telah menghilangkan
penyakit dariku dan
menyehatkanku. Aku mohon
perlindungan-MU).

Amalan selesai dilaksanakan.
Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar